PENGARUH KAPPA KARAGENAN TERHADAP WARNA (L, a, b) DAN KARAKTERISTIK SENSORI FRUIT LEATHER BERBASIS STROBERI DAN PISANG KEPOK
DOI:
https://doi.org/10.63071/jp9txv09Abstract
Fruit leather merupakan produk camilan berbasis buah dengan tekstur kenyal dan kandungan gizi yang tinggi.
Stroberi (Fragaria × ananassa) kaya akan vitamin C, antosianin, dan senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap warna
merah cerah serta aktivitas antioksidan, sedangkan pisang kepok (Musa paradisiaca var. formatypica) menyediakan
karbohidrat, pektin, dan kalium yang mendukung pembentukan tekstur dan nilai gizi produk. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi pengaruh penambahan kappa karagenan terhadap karakteristik warna dan sensori fruit leather berbasis
stroberi dan pisang kepok. Kappa karagenan ditambahkan pada konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0% (b/b). Pure buah
yang telah dihomogenkan dikeringkan pada suhu 100°C selama 105 menit. Analisis warna dilakukan menggunakan sistem
CIE Lab*, sedangkan uji sensori melibatkan 15 panelis semi-terlatih dengan skala hedonik 5 poin. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan 1,5% kappa karagenan menghasilkan nilai kecerahan (L*) tertinggi sebesar 39,4 ± 0,23.
Nilai kemerahan (a*) tertinggi diperoleh pada kontrol (15,4 ± 0,42), sedangkan nilai kekuningan (b*) tidak berbeda nyata
antarperlakuan. Secara sensori, formulasi dengan 1,0% kappa karagenan memperoleh tingkat penerimaan tertinggi untuk
warna, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Konsentrasi karagenan yang lebih tinggi cenderung menghasilkan
tekstur lebih keras dan menurunkan tingkat kesukaan panelis.
