KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA SOSIS IKAN LELE DENGAN PENAMBAHAN KOLANG-KALING SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL

Authors

  • Irwan Roza Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Author
  • Evawati Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Author
  • Henny Fitri Yanti Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Author
  • Latifa Erwina Putri Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Author
  • Khandra Fahmy Universitas Andalas Author

DOI:

https://doi.org/10.63071/3q6zz273

Keywords:

Sosis, kolang-kaling, Arenga pinnata, galaktomanan

Abstract

Sosis ikan lele merupakan produk diversifikasi pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein 
hewani. Penambahan kolang-kaling (Arenga pinnata) yang kaya galaktomanan berpotensi memperbaiki tekstur sekaligus 
meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan puree kolang-kaling 
terhadap karakteristik sensori dan kimia sosis ikan lele serta menentukan formulasi terbaik. Puree kolang-kaling ditambahkan 
pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% dari berat daging ikan. Uji sensori dilakukan menggunakan metode hedonik oleh 35 
panelis semi-terlatih, sedangkan analisis kimia meliputi kadar air, abu, protein, karbohidrat, dan serat. Hasil menunjukkan 
bahwa penambahan kolang-kaling berpengaruh signifikan terhadap penerimaan sensori produk. Formulasi terbaik diperoleh 
pada penambahan 30% kolang-kaling dengan skor hedonik warna 4,17; aroma 3,97; rasa 4,26; tekstur 4,11; dan kenampakan 
4,03. Produk tersebut memiliki kadar air 44,44%, abu 0,81%, protein 11,94%, karbohidrat 41,54%, dan serat 1,24%. 
Berdasarkan nilai gizi per sajian (35 g), produk berkontribusi terhadap kebutuhan protein dan karbohidrat harian. Hasil uji 
mikrobiologi juga menunjukkan bahwa sosis memenuhi persyaratan keamanan pangan dan layak untuk dikonsumsi.

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA SOSIS IKAN LELE DENGAN PENAMBAHAN KOLANG-KALING SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL. (2026). Jurnal Sains Dan Teknologi Pangan, 11(3). https://doi.org/10.63071/3q6zz273