Pemanfaatan dedak terfermentasi pada pembuatan telur asin
DOI:
https://doi.org/10.63071/hff2dn75Abstract
Dedak terfermentasi berpotensi dimanfaatkan dalam proses pembuatan telur asin karena proses fermentasi dapat
mengubah karakteristik bahan dan berpotensi memengaruhi mutu produk selama proses pengasinan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dedak terfermentasi terhadap karakteristik kimia dan organoleptik telur
asin serta menentukan perlakuan yang menghasilkan karakteristik terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap dengan empat perlakuan penambahan dedak terfermentasi, yaitu A1 (0 g), A2 (50 g), A3 (75 g), dan A4 (100 g),
dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar protein, kadar natrium klorida, serta karakteristik
organoleptik yang mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan
dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan dedak terfermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan kadar natrium klorida,
tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap karakteristik organoleptik telur asin. Perlakuan A4 menghasilkan kadar
protein tertinggi sebesar 16,88% dan kadar natrium klorida tertinggi sebesar 25,63%. Peningkatan kadar protein dan
natrium klorida diduga berkaitan dengan perubahan karakteristik dedak akibat fermentasi yang mendukung penetrasi garam
selama proses pengasinan. Penambahan 100 g dedak terfermentasi merupakan perlakuan terbaik berdasarkan
karakteristik kimia tanpa menurunkan penerimaan organoleptik telur asin.
