PENGEMBANGAN ALFA SELULOSA DARI TONGKOL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) SEBAGAI BAHAN BAKU EKSIPIEN SEDIAAN TABLET
DOI:
https://doi.org/10.63071/wxjqw510Keywords:
Beras kecambah, Pangan fungsional, senyawa bioaktif,Abstract
Tongkol jagung pulut (Zea mays ceratina) merupakan hasil samping pertanian yang pemanfaatannya masih terbatas
dan mengandung selulosa sebesar 44,9%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber alfa selulosa untuk bahan
baku eksipien farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi alfa selulosa dari tongkol jagung
pulut serta mengevaluasi karakteristiknya sebagai bahan baku eksipien sediaan tablet. Isolasi dilakukan melalui tahapan
prahidrolisis, delignifikasi, dan pemutihan hingga diperoleh serbuk alfa selulosa. Karakterisasi meliputi rendemen, pengujian
organoleptik, kadar alfa selulosa, pH, kelarutan dalam air dan eter, serta identifikasi gugus fungsi menggunakan
spektroskopi inframerah transformasi Fourier yang dibandingkan dengan alfa selulosa komersial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa alfa selulosa yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 37,90% dengan kadar alfa selulosa 97,17 ±
0,24%. Pengujian kualitatif menggunakan larutan seng klorida beriodium mengonfirmasi keberadaan alfa selulosa. Secara
organoleptik, produk berbentuk serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan tidak berasa. Karakterisasi fisikokimia
menunjukkan pH 7,23 ± 0,03, kelarutan dalam air 0,089 ± 0,012%, dan kelarutan dalam eter 0,057 ± 0,015%. Analisis
spektroskopi menunjukkan keberadaan gugus O–H, C–H, CH₂, C–O, dan C–O–C yang merupakan gugus fungsi
karakteristik selulosa. Berdasarkan karakteristik tersebut, alfa selulosa dari tongkol jagung pulut berpotensi dikembangkan
sebagai bahan baku eksipien farmasi.
