PENGARUH KONSUMSI SAYUR DAN BUAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK PADA USIA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.63071/m3nexh75Keywords:
anak usia sekolah dasar, konsumsi sayur, status gizi, pola makanAbstract
Anak usia sekolah dasar memerlukan pola makan seimbang untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan status
gizi yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur dengan status gizi anak usia sekolah
dasar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan *cross-sectional*.
Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form kepada orang tua atau wali anak usia 6–13 tahun menggunakan
*purposive sampling*. Dari 38 respons yang diperoleh, sebanyak 29 anak memenuhi kelayakan analisis IMT/U. Konsumsi
sayur dinilai berdasarkan skor frekuensi, sedangkan status gizi ditentukan menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut
Umur. Hasil menunjukkan 62,1% anak memiliki konsumsi sayur rendah, 27,6% sedang, dan 10,3% tinggi. Status gizi terdiri
atas 44,8% normal, 24,1% kurus atau sangat kurus, dan 31,0% gizi lebih atau obesitas. Uji *Fisher-Freeman-Halton*
menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan status gizi (p=0,755). Regresi logistik ordinal
juga menunjukkan hasil tidak signifikan setelah dikontrol karakteristik responden (OR=0,54; 95% CI=0,21–1,35; p=0,185).
Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur belum terbukti berhubungan dengan status gizi anak, sehingga status gizi
perlu dipahami sebagai hasil interaksi berbagai faktor pola makan dan keluarga.
