PENGARUH PENCAMPURAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN LIBERIKA (Coffea liberica) LAMPUNG TERHADAP TINGKAT KESUKAAN, KARAKTERISTIK KIMIA DAN KADAR SENYAWA BIOAKTIF
DOI:
https://doi.org/10.63071/cayq2n54Keywords:
kesukaan, Lampung, liberika, pencampuran, robusta, bioaktifAbstract
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Lampung, dengan jenis yang umum dibudidayakan yaitu
Robusta (Coffea canephora) dan Liberika (Coffea liberica). Kopi Robusta dikenal memiliki body kuat dan kandungan kafein
tinggi, sedangkan kopi Liberika memiliki karakter rasa khas seperti nangka dengan kandungan kafein lebih rendah.
Pencampuran kedua jenis kopi tersebut berpotensi meningkatkan penerimaan sensori serta memperkaya karakteristik kimia
minuman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio pencampuran kopi Robusta dan Liberika terhadap
tingkat kesukaan, karakteristik kimia, dan kadar senyawa bioaktif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan lima rasio pencampuran Robusta: Liberika, yaitu 100:0; 70:30; 50:50; 30:70; dan 0:100. Data dianalisis menggunakan
One-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat
perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran kopi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap
parameter organoleptik (aroma, rasa, aftertaste, body, dan overall acceptance). Kontrol Robusta memperoleh peringkat
kesukaan tertinggi, sedangkan kontrol Liberika memperoleh peringkat terendah. Pencampuran juga berpengaruh signifikan
(p < 0,05) terhadap total asam tertitrasi, kadar kafein, dan aktivitas antioksidan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap
nilai pH (p > 0,05).
